Loyal ; showing firm and constant support or allegiance to a person or institution.
If someone asked me what charm do i have, i would answer loyal. It isn't only about relationship, but neither in everything. Like in general.
Kamu percaya kalau provider simcard yang aku punya sejak pertama kali aku punya ponsel sendiri tetep satu? Bahkan nomor yang aku gunain sekarang adalah nomor yang sama ketika aku masih duduk di bangku SD. Sekitar delapan tahun yang lalu. Keren g?
Apalagi ya? Ah, dompet! Dompet aku ini udah sekitar 7 taun aku gunain dan masih layak digunain. Padahal isinya udah penuh banget sama kartu-kartu, bill sampe recehan euro yang gasempet diabisin wkwk.
Perfume. Wanginya gapernah aku ubah sejak 2016. Padahal gaterlalu suka suka banget sih, cuma karena udah kebiasaan dan orang-orang tau wangi itu tuh wanginya aku.
Eum.. apa lagi ya? pokonya banyak benda-benda yang bahkan aku pake sampe bertaun-taun tapi aku gainget karena mungkin sering kepake.
Menjadi loyal itu punya banyak manfaat baik untuk diri sendiri maupun untuk hubungan antar manusia. Orang yang loyal memang lebih banyak dipercaya untuk melakukan segala sesuatunya. Dapat dipercaya itu susah karena bagi beberapa orang kepercayaan itu mahal, tapi orang loyal bisa mendapatkannya dengan mudah.
Tapi menjadi loyal, kadang menjadi boomerang buat diri sendiri.
Aku nggak bisa bilang nggak. Kalau aku lagi capek banget dan mager banget buat pergi, tapi orang lain ngajak pergi, ya caw. Atau kalau aku ditawarin suatu perkerjaan yang sebenernya aku nggak bisa dan aku nggak suka tapi ya aku terima. Ya rasanya nggak bisa aja nolak suatu permintaan.
Itu ada hubungannya sama memprioritaskan orang lain. Menomorsatukan orang lain dibandingkan diri sendiri. Biasanya orang loyal memang gitu. Contohnya nih, mau XL semahal apapun sekarang, aku gabakal ganti provider. Ya gabisa aja gitu. Kalau aku ganti pasti ngerasa bersalah. Padahal ya miselnya aja kartunya udah angus karena aku nggak ngisi pulsa coz mahal banget paketannya juga. I just cant.
Tapi karena itu juga kadang orang loyal sering dimanfaatin sama beberapa pihak.
How bout relationship?
Loyal people will get some hardness if they are broke. Hard to live their live, to trust someone, to make decisions.
Apalagi ya? Ah, dompet! Dompet aku ini udah sekitar 7 taun aku gunain dan masih layak digunain. Padahal isinya udah penuh banget sama kartu-kartu, bill sampe recehan euro yang gasempet diabisin wkwk.
Perfume. Wanginya gapernah aku ubah sejak 2016. Padahal gaterlalu suka suka banget sih, cuma karena udah kebiasaan dan orang-orang tau wangi itu tuh wanginya aku.
Eum.. apa lagi ya? pokonya banyak benda-benda yang bahkan aku pake sampe bertaun-taun tapi aku gainget karena mungkin sering kepake.
Menjadi loyal itu punya banyak manfaat baik untuk diri sendiri maupun untuk hubungan antar manusia. Orang yang loyal memang lebih banyak dipercaya untuk melakukan segala sesuatunya. Dapat dipercaya itu susah karena bagi beberapa orang kepercayaan itu mahal, tapi orang loyal bisa mendapatkannya dengan mudah.
Tapi menjadi loyal, kadang menjadi boomerang buat diri sendiri.
Aku nggak bisa bilang nggak. Kalau aku lagi capek banget dan mager banget buat pergi, tapi orang lain ngajak pergi, ya caw. Atau kalau aku ditawarin suatu perkerjaan yang sebenernya aku nggak bisa dan aku nggak suka tapi ya aku terima. Ya rasanya nggak bisa aja nolak suatu permintaan.
Itu ada hubungannya sama memprioritaskan orang lain. Menomorsatukan orang lain dibandingkan diri sendiri. Biasanya orang loyal memang gitu. Contohnya nih, mau XL semahal apapun sekarang, aku gabakal ganti provider. Ya gabisa aja gitu. Kalau aku ganti pasti ngerasa bersalah. Padahal ya miselnya aja kartunya udah angus karena aku nggak ngisi pulsa coz mahal banget paketannya juga. I just cant.
Tapi karena itu juga kadang orang loyal sering dimanfaatin sama beberapa pihak.
How bout relationship?
Loyal people will get some hardness if they are broke. Hard to live their live, to trust someone, to make decisions.
And I'm broken and sad
0 komentar:
Posting Komentar