Udah desember lagi aja.
Padahal kayanya kemarin baru muntah karena ngerjain IBD. Pun dengan hidup tanpa ios. Gila keren banget. Padahal dulu dah kaya hopeless banget gimana caranya pake andro karena lupa. But yeah it seems better karena gue gaperlu kertas lagi.
Okay, bentar lagi tahun baru yang artinya harus ada resolusi baru juga.
and the one that i really want to do it is to stop being people pleaser.
I really do.
Kalau dipikir-pikir, apa yang menyebabkan gue jadi people pleaser masih dipertanyakan. Gue sendiri gainget awal mulanya. Gue pikir menjadi orang yang mendahulukan orang lain adalah karakter. Gue gangerti konsepnya gimana, tapi merasa itu gue banget. Kayaa.. ya itu gue. Orang-orang tau kalau itu karakteristik gue.
Jadi inget waktu pertama kali masuk bio. Karena mau ospek segala macem jadi ada tuh wawancaranya. Mana ribet banget karena bulak-balik DU buat daftar ulang. Tapi intinya adalah tetehnya nanya, "Gimana caranya kamu ngantur waktu? Kalau ada yang ngajak main tapi kamu gamau?"
Awalnya gue gangerti kenapa diwawancara kaya gitu ketika baru pertama kali masuk, karena gue wawancara buat ospek, bukan buat masuk lembaga kemahasiswaan yang harus milih antara akademik, proker sama main. Anyway, akhirnya gue jawab and she replied "You have to be bold, karena ga semua orang baik."
Dan yang gue rasain adalah bukan ga semua orang baik, tapi ga semua orang sepemikiran sama gue, ga semua orang ngerti sama gue. Dan gue baru banget ngerasa belakangan ini justru.
Jadi ceritanya ini udah mau akhir kepengurusan dan ada proker dari anak sdm kayak main gitu. Main. Main. Mungkin kalau tujuannya bonding ya udah kelewat banget orang udah mau lengser. Ini tuh literally pure main kaya sebagai apresiasi(?) aja setelah setaun kepengurusan. The think is gue gabisa. Karena acaranya dua hari tiga malem dan pake biaya sendiri dan gue banyak banget kebutuhan lain. Mana acaranya jauh kan ya beda pulau. Ya ga semiskin itu juga sih, ya kalau gue mau bisa aja kan, jual album sama pcc dua biji juga jadi.
But the think is.. etis ga?
Etis ga sih ketika gue main kaya gitu sedangkan keluarga gue aja gatau ntar gimana. Gue ya...gabisa lah. Bentar lagi cabut dari rumah, beli stetoskop segala macem apapun itu. Gue ngerti banget keadaan gue gimana.
Dan gue dengan segala kerendahan hati gue menceritakan semuanya supaya dia ngerti. Ternyata engga.
She kept making me to say yes. even she have learned about caring, the emphaty? Yes. What a shame.
Tetep mikirnya bahwa itu prokernya yang harus berjalan mulus dan she push the bounderies. Toxic.
Dan gue lebih toxic buat diri gue sendiri karena pada akhirnya, "oh yaudah gue pikirin lagi ya kak" and thinking about to join them.
Why can't i be bold?
Gara-gara itu akhirnya gue sadar kalau gue people pleaser. The person who always say yes to everyone in everytime. it is extremely hard to say no to someone else' personal request. And i tend to hate it.
i hate to feel anxious when people are mad at me, i hate when i feel responsible to someone's emotion. i hate it when i say sorry easily even though i'm not making any mistake, i hate it when i keep helping someone even though i'm struggle myself.
i hate it, when people didnt do the same for me.
And i have to feel happy as they are.
yikes. i'm laughing myself ketika gue baru sadar kalau gue jahat banget sama diri gue sendiri. You shouldnt do it if you dont want it to. That's why you cannot understand yourself.
0 komentar:
Posting Komentar