Senarai kata: Shanum, hati dan perspektif I

Yah, pokonya udah nggak mau banget nulis di blog sebelah karena ya gamau aja. Jadi senarai katanya pindah kesini. Okey gue mau ngajak untuk beropini. What do you think about this?

Pas pertama kali lewat di timeline tuh kayak...

Keren.

Gue akan menjelaskan alesannya nanti. Terus gue baca reply-annya buat liat opini orang-orang. Gue sedikit berekspektasi pikiran orang-orang bakal sama kayak gue, tapi yang gue dapet adalah








waw gue speechless banget. Kok bisa ada yang persepektifnya beda banget sama gue. Ya mungkin karena yang punya akun cewe kali ya kebanyakannya. Dan gue nemu persepktif dari cowo, dan ya gajauh beda



Oke, balik lagi ke persepektif gue, keren. Kenapa keren?

Pertama, ini orang cowok. Cowo yang udah jelas banget, cenderung menggunakan logika dibanding perasaan. Ini bukan gue mau ngotak-ngotakin gender, tapi emang... gitu.  It  doesnt mean they are not using their feelings, cuma lebih kecenderungan. Pun ketika pake feeling, mereka tetep bisa mikir secara logis, normalnya. No debat dulu, gue udah nyari jurnal. Ini gue dapet dari jurnal kalau buat cowo ya memang rata-rata lebih banyak ngegunain their logic brain. Kalau yang beda pendapat ya mungkin balik lagi ke karakter masing2 ya. 


Ya pada intinya adalah gue sih keren karena kayaknya nggak gampang buat cowo sampai ada di tahap itu. Tahap dia sampe bisa kayak ngasih segalanya gitu. Dan menurut gue itu patut diapresiasi. Ni cewek beruntung banget sii menurut gue mah.

Kedua, gue pikir ini perumpaan aja. Buat nunjukin kalau dia emang seperhatian itu. Tapi kalau konteksnya emang dalam bentuk uang gitu, yaa gue mau berpendapat kalau, bukannya love is about giving? Hal yang jadi prinsip gue adalah giving for loving someone. Tanpa expected apapun. Dan itu bakal jadi kebahagiaan kecil dari mencintai seseorang. Ya itu, alesan kenapa gue suka giving something, even though ga penting2 amat dan ga mahal. Okey balik ke pendapat yang cowok tadi, He even bilang kalau dia bakal ngasih 7:3 gitu ya. Itu bahkan lebih 50% dan waw aja sih.


Apakah itu sebuah kemisuhan tentang ketidaktulusan? menurut gue ini lebih ke gimana seseorang akhirnya bicara tentang keresahannya, tentang unek2nya. Kita nggak tau apakah si cewenya mungkin ga menghargai usahanya. Usaha ya. Karena mungkin nominalnya ga sesuai ekspektasi dari cewenya. Pernah ga sih usaha lo nggak di hargain? Gimana perasaan lo? Ngerti ga sih perspektif gue?

 Karena prinsip gue tentang giving tadi, makanya gue selalu ngasih yang terbaik buat orang itu, termasuk rasa percaya. Sebaliknya? Ya of course. Ya orang itu harus percaya juga lah sama kita, dan mau ngasih percayaannya ke kita. And that's love. Jadi nggak ada tuh ngerasa nggak sayang sama diri sendiri, karena pada akhirnya diri kita disayang orang lain, dijagain, dan dirawat sama orang lain. Kita sayang diri kita sendiri dengan love and being loved.  

Pertanyaannya, bukannya itu sebuah ekspektasi? pengen dicintai balik sebagaimana kita mencintai orang lain?

xowpkqhfgelmshznwldofhr ueozkxmjeoapakxnehue

Gue bingung jawabnya. Karena ketika kita nggak satu frekuensi, satu pemahaman, sama orang ya jadinya nggak nyambung.  Gue kasih pendapat orang yang agak satu pemahaman sama gue


Bisa kan kalau kayak gini? Kalau kayak gini artinya si cewenya ini caring.  Dia tau cowonya ngasih segala yang dia punya, dalam konteks ini uang 20 ribu yang dicarinya susah payah kepada si cinta, dan dia give it to him too. Doesnt it sound so romantic? 

Tapi mungkin gue menyadari kenapa pendapat orang beda-beda karena love language orang nggak sama. Gue pernah nulis di Juhak dan ceritanya kalau love language gue adalah quality time dan physical touch. So yaah uang or gift ga perpengaruh banyak di gue. Fyi aja kalau tiap makan or tiap keluar gue tidak pernah mempermasalahkan split bill. Gue juga nggak bereskpektasi buat dibayarin ini itu. Nggak kaya omongan anak2 twitter yang bilang cowonya ga modal. The think is, buat gue, quality time itu lebih berharga aja gitu. And i would do the same as megan. Ya mending gitu, dipake makan ke tempat yang bisa berdua. Ayam geprek enak juga kok. Pun kalau gabisa, apa salahnya masak di rumah sambil nonton netflix bareng?  Ini masih ngomongin soal pacaran kan? belom sampe ke nikah?
 

Gue seneng sih bikin senarai kata.Ya gue kadang jadi punya ilmu baru karena gue harus riset juga, baca-baca hal lain juga. Buat senarai kata yang ini, jujur bikin gue stress sendiri. Kenapa? Karena gue takut. Gue takut pada akhirnya gue ketemu orang yang nggak ngerti gue, dan gue jadi dimanfaatin. Gue sering sih dimanfaatin dalam konteks kepanitiaan atau pertemanan, ya seenggaknya gue dapet positifnya tapi. Entah manajemen waktu guenya jadi bagus, atau skill lainnya yang gue dapet. Tapi kalau soal relationship tuh, asli takut. 

Sekarang manusia udah gila banget. 











GUE SANGAT SPEECHLESS.

Coba tell me gimana caranya gue memilih orang yang sebenar-benarnya  bisa disebut sebagai ORANG? Mungkin bisa jadi salah satu alesan kenapa gue masih punya rasa yang sama sama orang yang sama. Ya alesannya karena gue percaya aja gitu. 

Wait karena ini udah kepanjangan jadi ini harus dibuat 2 part biar kek cerpen


Share:

0 komentar:

Posting Komentar